Sunday, April 16, 2017
0
Setelah banyak mencuri perhatian netizen dan sempat dianggap sebagai aset negara karena kemampuannya di bidang cyber, Sultan Haikal akhirnya direkrut Mabes Polri menjadi tenaga ahli. Remaja pembobol situs tiket.com dan Citilink senilai Rp 4,1 miliar tersebut akan ditempatkan di Divisi Cyber Crime Mabes Polri.
Kendati begitu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, menjelaskan pihaknya akan tetap memproses kasus hukum yang menjerat Haikal. Setelahnya, barulah Haikal bersama hacker lainnya akan dirangkul untuk bekerjasama dengan Polri. "Dia (Haikal) harus dihukum dulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Martinus.
Kanit III Subdit I Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri, AKBP Idam Wasiadi membenarkan bahwa Polri memang berencana merekrut Haikal dan hacker-hacker lain untuk membantu tim Polri. Menurut Idam, perekrutan ini ingin menjadikan remaja yang memiliki kemampuan seperti Haikal bisa berguna bagi bangsa Indonesia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sultan Haikal, remaja 19 tahun lulusan SMP asal Tangerang, berhasil meretas kurang lebih 4.600 situs. Di antara situs tersebut ada situs milik Polri, KPAI, pengusaha Aburizal Bakrie, hingga situs tiket.com dan Citilink yang membuatnya akhirnya diringkus polisi. Haikal diketahui memiliki kemampuan meretas situs secara autodidak.
Sultan Haikal 'Hacker Ganteng' Akhirnya Direkrut Jadi Tenaga Ahli Mabes Polri
By Unknown / Posted on April 16, 2017 / NEWS
Setelah banyak mencuri perhatian netizen dan sempat dianggap sebagai aset negara karena kemampuannya di bidang cyber, Sultan Haikal akhirnya direkrut Mabes Polri menjadi tenaga ahli. Remaja pembobol situs tiket.com dan Citilink senilai Rp 4,1 miliar tersebut akan ditempatkan di Divisi Cyber Crime Mabes Polri.
Kendati begitu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, menjelaskan pihaknya akan tetap memproses kasus hukum yang menjerat Haikal. Setelahnya, barulah Haikal bersama hacker lainnya akan dirangkul untuk bekerjasama dengan Polri. "Dia (Haikal) harus dihukum dulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Martinus.
Kanit III Subdit I Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri, AKBP Idam Wasiadi membenarkan bahwa Polri memang berencana merekrut Haikal dan hacker-hacker lain untuk membantu tim Polri. Menurut Idam, perekrutan ini ingin menjadikan remaja yang memiliki kemampuan seperti Haikal bisa berguna bagi bangsa Indonesia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sultan Haikal, remaja 19 tahun lulusan SMP asal Tangerang, berhasil meretas kurang lebih 4.600 situs. Di antara situs tersebut ada situs milik Polri, KPAI, pengusaha Aburizal Bakrie, hingga situs tiket.com dan Citilink yang membuatnya akhirnya diringkus polisi. Haikal diketahui memiliki kemampuan meretas situs secara autodidak.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment