Showing posts with label POLITIK. Show all posts
Showing posts with label POLITIK. Show all posts

Wednesday, May 10, 2017

1

Lilin dan Harapan untuk Ahok di Tugu Proklamasi



Ribuan pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menggelar acara Malam Solidaritas atas Matinya Keadilan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat malam ini. Massa menyanyikan lagu-lagu nasional dan menyalakan lilin.
Sejumlah perwakilan pendukung juga berorasi. "Siapa kita?" ucap salah seorang orator di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (10/5/2017).










Massa pun kompak menjawab: "Indonesia."


Sementara itu, salah satu lagu yang dinyanyikan massa pendukung Ahok adalah Indonesia Pusaka. Tak hanya itu, massa juga sempat berteriak sambil bernyanyi meminta agar Pimpinan FPI Rizieq Shihab ditangkap.

"Tangkap tangkap tangkap si Rizieq, tangkap si Rizieq sekarang juga," nyanyi mereka.
Saat ini, mereka mulai menyalakan lilin sembari kembali menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.  "Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala, selalu dipuja-puja bangsa."

Para pendukung juga menyusun lilin hingga membentuk tulisan Ahok.
Salah seorang peserta, Ami mengatakan, dia mengikuti aksi ini karena ingin Ahok dibebaskan dari penjara setelah divonis 2 tahun penjara dalam kasus dugaan penistaan agama.

"Kita ikutan di sini supaya Pak Ahok dibebasin. Pak Ahok sudah baik sama Jakarta, sudah bangun Jakarta, enggak pantas dipenjara," tutur Ami.


Tak hanya Ami, warga lainnya bersama Sammy pun juga meminta agar Ahok segera dibebaskan. "Bebaskan Ahok, Pak Ahok tidak pantas dipenjara, kita di sini minta supaya Pak Ahok dibebasin," Sammy menandaskan.
0

Tuntut Ahok Dibebaskan, Ratusan Warga NTT Gelar Aksi Bakar 1.000 Lilin




Ratusan warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar aksi bakar 1.000 lilin di depan kantor Pengadilan Tinggi NTT, Selasa (9/5/2017) malam.
Aksi bakar lilin yang dikoordinir oleh kelompok warga yang menamakan diri Brigade Meo itu dilakukan untuk menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibebaskan dari penjara.

Koordinator warga aksi, Pendeta Johny Kilapong mengatakan, aksi warga tersebut yakni sebagai bentuk simpatik dari masyarakat Kota Kupang terhadap vonis penjara dua tahun terhadap Ahok.
"Ini aksi kami dari berbagai macam organisasi masyarakat, agama dan suku di NTT dilakukan secara spontanitas, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap demokrasi dan matinya demokrasi di Indonesia. Artinya kita mengharapkan agar pengadilan sebagai tempat untuk mendapatkan keadilan ternyata belum kita mendapatkan keadilan," tegas Johny.

Menurut Johny, proses persidangan Ahok selama 20 kali hampir pasti tidak ada artinya apa-apa, karena keputusan hakim tidak berdasarkan fakta pengadilan, melainkan berdasarkan tekanan massa dan itu harus dilawan.

Putusan hakim itu, lanjut kata Johny, bukan dilawan dengan cara anarkistis, tetapi harus dengan cara yang benar. Salah satu kepedulian warga Kota Kupang terhadap matinya demokrasi di Indonesia yakni dengan menggelar aksi ini.

Johny menyebut, Ahok menjadi simbol pemimpin yang bersih yang berintegritas dan adil serta menjadi harapan masyarakat. Ahok ini berbeda dalam mengadministrasi keadilan masyarakat dan dia berani melawan arus yang penuh dengan kejahatan dan rekayasa.

"Sebagai warga negara yang bertanggung jawab, kita tidak semestinya membiarkan kejahatan terus-menerus terjadi, dan ini adalah aspirasi yang bagus. Kalau misalnya kejahatan disuarakan secara berulang kali, maka akan menjadi kebenaran dan ini harus dihentikan dengan cara, kita harus keluar dari kenyamanan kita untuk melawan kejahatan itu," tegasnya.


"Kami datang ke sini bukan bicara agama, tapi kita bicara berdasarkan empat pilar kebangsaan. Artinya kami datang ke sini minta keadilan bagi Indonesia dan semoga Pak Jokowi bisa mendengar aspirasi kami di sini," sambungnya.

Permintaan kepada Jokowi itu, lanjutnya, tidak bermaksud agar orang nomor satu di Indonesia itu melakukan intervensi kepada putusan hakim. Dia minta agar Jokowi mulai berani untuk menindak dan melawan kelompok-kelompok yang merusak keadilan di Indonesia.

"Kalau dibilang Ahok menista agama, maka kami tidak setuju karena justru Ahok adalah korban dari penggiringan dari opini publik yang menyatakan kalau Ahok menista agama, sehingga kita tidak boleh setuju karena ini semua adalah permainan politik. Putusan hakim karena tekanan massa dan tentu kita tidak menerima itu karena akan rusak negara ini," pungkasnya.


Monday, May 1, 2017

0

Protes Pembakaran Bunga, Relawan Ahok Gelar Aksi Seribu Lilin



                    Ratusan relawan pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat melakukan aksi seribu lilin di depan gedung Balai Kota DKI. Aksi ini merupakan bentuk protes mereka atas insiden pembakaran karangan bunga untuk Ahok-Djarot oleh massa buruh pada Senin (1/5) siang tadi.

Salah satu relawan, Suli (32) menyesalkan sikap para buruh yang membakar karangan bunga tersebut. Dia menyatakan, para buruh mestinya dapat melakukan aksi damai tanpa melakukan pembakaran.

"Ya ini spontanitas saja. Kami tidak suka dengan cara mereka bakar-bakar karangan bunga," ujar Suli di depan gedung Balai Kota.

Suli mengatakan, aksi ini akan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Mereka berjalan memutar melintasi Bundaran Patung Kuda dan meletakkan lilin di pinggir jalan sebelum kembali di titik kumpul depan gedung Balai Kota.

Beberapa kali sejumlah pengendara mobil melambatkan laju kendaraannya ketika melintasi kerumunan para pendukung. Mereka ikut membuka kaca jendela mobil sambil mengacungkan dua jari sebagai bentuk dukungan pada Ahok-Djarot.

"Relawan kami berasal dari berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta tapi ada juga dari Yogyakarta, Manado, dan daerah lain," katanya.

Hal senada diungkapkan relawan dari Komunitas Asik Ahok-Djarot, Diana (34). Ia mengaku tertarik mengikuti aksi ini sebagai bentuk solidaritas pendukung Ahok-Djarot. Warga Tomang, Jakarta, ini mengaku gerah dengan aksi para buruh yang membakar karangan bunga.

"Ini sebenarnya gerah aja sama tingkah mereka. Apa salahnya si bunga. Mereka memang cari masalah aja tuh," tuturnya. 

Sebelumnya di sela-sela aksi perayaan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2017, peserta demo membakar karangan bunga untuk Ahok-Djarot. Aksi pembakaran ini dilakukan pedemo buruh di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan dan di dekat gedung Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Bahan styrofoam yang melekat pada karangan bunga membuat api berkobar dengan cepat. Api pun membumbung tinggi dengan cepat, untung saja petugas keamanan dan Satpol PP cepat bergerak memadamkan api. 



Video pembakaran karangan bunga beredar di media sosial, tampak tak jauh dari lokasi pembakaran terdapat mobil komando bertuliskan Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI) DKI Jakarta.

“Kita awali May Day ini dengan bersih-bersih Balai Kota,” teriak orator dari mobil komando. 

Sementara itu tampak berlarian buruh yang menumpuk dan membakar karangan bunga hingga api membumbung tinggi.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Jupan Royter menyatakan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Idrus mendatanginya dan menyampaikan permohonan maaf atas pembakaran karangan bunga.

“Dia datang meminta maaf mengatakan pembakaran bunga sebagai aksi spontan dan tidak disengaja," kata Jupan dihubungi CNNINdonesia.com.

FSP LEM SPSI DKI Jakarta, merupakan salah satu organisasi buruh yang menandatangani kontrak politik dengan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. 


Wednesday, April 26, 2017

0

Kapolda Metro Ancam Jemput Paksa Rizieq Shihab soal Chat Seks




Domino QQ, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengancam bakal menjemput paksa pemimpin FPI Rizieq Shihab jika tetap mangkir pada panggilan kedua terkait kasus dugaan obrolan seks di aplikasi media sosial. Rizieq sendiri telah dipanggil sebagai saksi pada Selasa, 25 April kemarin, tapi tak hadir.

"Kalau tidak hadir sekali lagi, ya bisa kita jemput paksa," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/4/2017).

Kendati demikian, polisi terlebih dulu akan melakukan pemanggilan kedua terhadap Rizieq. Selain Rizieq, empat orang lainnya, yakni Firza Husein, Syarifah Fadlun Yahya (istri Rizieq), Muhsin Alatas, dan Kak Ema.

Rencananya, pemeriksaan pada panggilan kedua ini akan dilakukan awal Mei 2017.
"Kemarin beberapa saksi kita panggil, tapi alasannya (tidak hadir) enggak jelas ya. Kita berharap (pemanggilan kedua) bisa hadir untuk bisa berikan keterangan yang sebenar-benarnya apa yang dialami, sehingga akan terang," ucap dia.

Dalam kasus ini, polisi tidak hanya mencari kebenaran soal sosok dalam konten vulgar itu. Polisi juga menelusuri siapa pelaku atau penyebar konten porno berupa chat seks dan gambar tak senonoh itu.

"Ya, termasuk penyebar dan pelaku pornografi kan tidak boleh melakukan itu. Kemudian untuk dikirim-kirimkan tidak boleh. Jadi siapa yang menyuruh membuat itu. Undang-undang kan sudah ada jelas," Iriawan menandaskan.
Baca Juga




Rizieq Shihab telah membantah kebenaran video yang memuat obrolan tersebut.

"Menyangkut video yang beredar, saya dari FPI dan GNPF MUI hanya bisa mengatakan video yang beredar itu semuanya fitnah, dan itu merupakan ujian dari perjuangan kita," ucap Rizieq di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, 1 Februari 2017.

Ia menjelaskan, wanita yang berada di rekaman video itu telah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya bahwa video yang beredar tersebut tidak benar dan semua itu merupakan fitnah.

"Satu hal yang harus kita ingat wanita yang ada di video tersebut sudah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya menanggapi dengan siaran pers suara maupun chat tidak diakuinya. Dikatakan oleh bersangkutan itu sebagai fitnah dan akan menuntut semua yang melakukan fitnah dengan video tersebut," kata Rizieq Shihab.

Adik kandung Firza Husein, Fifi Husein, juga membantah kebenaran tuduhan chat seks tersebut. "Saya cuma bilang kalau itu fitnah," tutur Fifi di kediamannya, Jalan Makmur, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa, 31 Januari 2017. Bandar Q

Friday, April 21, 2017

0

Belajar Menang dari Megawati dan Ahok



POKER ONLINE TERPERCAYA, Kalah dan menang dalam kompetisi adalah hal yang wajar. Kecurangan dan tindak tidak sportif beda kasus.Bagi yang mau meledek tidak perlu datang, karena sama juga pecundang yang justru bukan pemenang. Mau bersuka ria dan menuduh menghibur diri, silahkan toh itu tidak penting juga.
salah satu kemenangan yang paling sulit adalah mengalahkan diri. Mana ada yang mampu memanipulasi diri sendiri, mana ada yang bisa menyuap diri sendiri, mana ada yang dapat mengelabui diri sendiri dengan apapun. Kemenangan salah satu cirinya adalah mengakui kekalahan dengan sportif dan mengucapkan selamat kepada rival, dan tidak mencari-cari kambing hitam, apalagi menuduh ini itu.

Apa yang di sampaikan Megawati, jauh sebelum pengumuman, bahkan saat usai menyoblos, berarti masih berjam-jam kemudian, salah satu bukti politisi yang sudah dewasa. Dalam salah satu wawancara televisi , beliau mengatakan, kalah dan menang itu sudah ada yang mengatur , Tuhan yang memberikan, Tuhan pula yang mengambil. jika hari ini kalah, lima tahun lagi kembali berkompetisi.Artinya beliau memahami esensi bukan semata sensasi dan obsesi akan kuasa atau kursi itu sendiri.

Senada meskipun tidak sama. Pak Ahok yang berkompetisi menyatakan bahwa, kekalahan memang membuat kecewa, namun tidak perlu berkepanjangan dan berlebihan. Hal yang sama pernah juga saya alami 

Pengalaman menang dan kalah adalah hal yang biasa, namun bagaimana itu dihayati. Pelajaran berharga bagi hidup berbangsa dan bernegara ditunjukkan mereka berdua. Bagaimana melihat kompetisi di dunia ini pun masih berkaitan yang ilahiah. Beliau memberikan contoh religiusitas itu dihidupi bukan semata dikatakan dan pakaian semata. Jangan sensi , ini hanya mau memperlihatkan kualitas keimanan, bagaimana jauh hari sudah ada yang mengatakan kalau pihak lawan menang pasti curang, dan akan ada ini itu jika kalah. Siapa yang lebih religius di sini? ini bukan soal yang tahu hanya Tuhan, hidup beriman pun ditampakan dalam hidup sehari-hari.

kedua, kekuasaan itu terbatas. Sabar menunggu lima tahun dan buktikan bisa kembali berkompetisi dengan lebih baik. Ada waktu untuk membuktikan dan mengusahakan perbaikan di sana-sini. Kekalahan bukan akhir segalanya, bagaimana yang menang pun harus bekerja bukan hanya menang dalam pemilihan semata, namun bagaimana membangun jauh lebih mendasar 

Ketiga, bagi yang kalah bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik, bukan menjadi duri dalam daging dan malah menganggu dengan berbagai komentar yang tidak berguna. Hal ini selama ini paling santer terdengar. Kalah bukan berarti habis, namun bisa memberikan kontribusi yang baik.

Keempat, Kebersamaan dan persatuan jauh lebih penting. Ini adalah azas demokrasi yang tidak boleh dilupakan. Model amuk, miris satu kata Bahasa indonesia yang diserap Bahasa Inggris justru kata ini, amuk, saatnya ditinggalkan, di mana martabat bangsa ini, senggol bacok, bukan adat bangsa beradab namun bangsa biadab, bangsa terbelakang, ini sudah tahun 2000 lebih, namun mengapa masih budaya abad kegelapan saja yang di pakai

Kelima, kuasa dan pengabdian, ketika orientasi adalah kuasa saja, tidak akan mampu menerima kekalahan karena yang penting kuasa, jika pengabdian, banyak yang bisa di lakukan. Bagaimana hal itu bisa diperoleh ketika kuasa itu bisa mengabdi dan melayani.

keenam, melibatkan Tuhan itu tidak akan ada kekecewaan yang berlebihan. Bukan semata jargon atau kata-kata, namun hidup dan menjadi gaya hidup. Kembali bahwa ini kehendak Tuhan, entah apa rencana-nya untuk ke depan,bisa kemana saja, ketika Tuhan yang merencanakan. Hal ini jelas terlihat dari kedua tokoh tersebut.

Ketujuh, kuasa itu tidak ada yang abadi. Bagaimana caranya diambil atau diberikan itu Tuhan yang mengatur, namun manusia juga punya mekanisme, yaitu lima tahunan. Terbatas secara waktu, periodisasi, dan itu bisa saja apa saja terjadi slema waktu itu.

Kedelapan, kesaktian waktu tidak ada yang bisa mengalahkan. Waktu akan membuktikan, dan itu tidak ada yang bisa memenggalnya. Instan tidak berlaku di sini. Kepercayaan akan kebaikan bisa dilakukan semuanya. Jangan dulu curiga apalagi sudah menuduh.

Kesembilan, menang dan kalah itu natural, Jika tidak berani kalah dan memastikan selalu menang, perlu belajar lagi lebih dalam, Perlu berkembang lebih dewasa dan bijaksana.

Bangsa ini perlu banyak pribadi dewasa yang sudah di awali Agus Yudhoyono kala itu, kini mulai juga bertumbuh sikap ksatria dan dewasa.Demokrasi makin berkembang dan menunjukkan kualitas pribadi. Bangsa ini bangsa besar kok, hanya karena pemaksaan kehendak beberapa pihak dan ada kelompok yang mencari untung, jadinya bangsa yang kerdil, Harapan masih ada, dan masih ada hari esok.

Thursday, April 20, 2017

0

Surat Untuk Basuki : Tuhan Sayang Kamu, Sangat!


"berat sekali beban yang kau panggul dan lelah pikiran yang kau rasakan pak.

Jika saya adalah basuki , mungkin saya tidak kuat untuk tidak bersikap emosi dan berkata kasar mengetahui kekhilafan yang saya lakukan tanpa sadar dan sesungguhnya tidak saya niatkan untuk menistakan suatu agama dijadikan alat untuk membuat saya duduk di kursi pesakitan. Apalagi hari ini saya baca artikel investigasi allan Nairn bahwa kasus al maidah ini hanyalah gorengan kelompok tertentu untuk menutupi upaya makarnya kepada presiden terpilih , Joko Widodo. Mungkin jika saya basuki saya akan berteriak lantang "kenapa aku harus kalian korbankan?"

Mungkin jika saya adalah Basuki maka saya juga akan marah dan kesal ternyata meski saya sudah bekerja keras dan memperbaiki kota dalam 2 tahun terakhir ternyata bagi mayoritas warga DKI Jakarta yang terpenting adalah persoalan agama dan etnis. Hal yang mungkin tidak bisa saya atur karena Tuhan yang menakdirkan saya begitu.
Tapi saya tahu bahwa Basuki bukan saya. Ia meski dikenal temperamental dan bicaranya lugas dan tegas namun tidak mungkin berpikiran sedangkal saya.

Pak, Bapak sudah mengabdi banyak bagi DKI Jakarta. Menumbuhkan kekaguman, rasa nyaman, dan bahkan iri hati bagi warga di wilayah lain. Ternyata ada Kepala Daerah yang sukses membangun. Menata kota menjadi indah dan nyaman bisa dilakukan asal ada kemauan. Memberantas korupsi bisa asal ada ketegasan.
Kekalahan Pak Basuki buat saya adalah tamparan. Ternyata sistem pendidikan bangsa ini belum banyak berhasil. Masih banyak golongan masyarakat yang belum bisa berpikir logis dan cerdas. Masih banyak yang menciut ditakuti ancaman kerusuhan atau ditutupnya pintu surga untuk mereka. Orang-orang yang hanya melihat latar belakang tanpa melihat kompetensi kerja seseorang. Jakarta (bahkan mungkin Indonesia) ternyata belum siap diajak maju. Saya kira warga ibukota sudah tak lagi primitif, tapi kedangkalan pemikiran itu hari ini masih terbukti.

kekalahan bapak ini juga menjadi teguran dana ketakutan bagi kami sejujurnya. Ini kemenangan kelompok radikal. Barisan sakit hati, dan segerombolan tamak kekuasaaan yang tersingkiri sejak presiden jokowi berkuasa kami takut keberhasilan ini akan mereka terapkan juga nanti di pemilihan presiden 2019.Kalau jakarta saja bisa di obrak-abrik bagaimana nasib NKRI kalau satu Indonesia harus mengalami seperti yang di lamai jakarta saat ini ? ini momok ternyata jualan agama jauh lebih penting daripada prestasi. Bagaimana Indonesia akan maju jika nanti dimana-mana pemimpin yang terpilih juga dengan cara seperti ini?

Maaf ya Pak Basuki, saya sangat sedih hari ini. Ibarat pasangan sudah dijanjikan akan naik ke pelaminan, sudah booking vendor, sudah lamaran, tiba-tiba pacar memilih orang lain untuk diajak ke KUA. Kira-kira seperti itu perasaan saya saat ini. Ada sedikit umpatan “Biarkan Anies menang, biar warga Jakarta rasakan penderitaan dan penyesalan sebentar lagi.” tapi kok kasihan juga mengingat banyak teman saya yang juga kecewa dan pesimis dengan kekalahan Bapak.

Pak Basuki, kalau saya jadi Bapak mungkin saya tidak akan bekerja keras dalam 6 bulan ke depan. Mungkin saya akan santai-santai saja di balik meja di Balaikota sambil menyeleksi tawaran pekerjaan yang masuk. Biar nanti Gubernur dan Wakil Gubernur baru yang besar cakap itu betul-betul dituntut membuktikan kecakapan kerja mereka. Tapi saya tahu Bapak bukan saya, saya yakin Bapak masih akan bekerja keras dalam 6 bulan ke depan.

Tuhan sangat menyayangimu, Engkau kalah bukan karena dipecat, bukan karena tersangkut OTT KPK, bukan karena melakukan wanprestasi, Engkau kalah karena suara keberpihakan. Semoga juga seiring hasil ini tekanan yang kau rasakan atas tuduhan penistaaan agama juga memudar, kami sudah tahu skema apa sesungguhnya itu semua, ini juga memberi tahu kami siapa sebetulnya sasaran serangkaian gerakan ini, bukan engkau tapi presiden kami tercinta, Engkau hanyalah tumbal.

Mengutip kata-kata terkenal dari Pramoedya Ananta Toer dalam Bumi Manusia "Kita telah melawan, Sebaik-baiknya, Sehormat-hormatnya"







Wednesday, April 19, 2017

0

Ahok: Jalani Sidang Tuntutan Besok dengan Sabar



Bandar Poker Terpercaya
Sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan dilanjutkan pada Kamis, 20 April 2017 besok. Ia mengaku pasrah dan sabar menghadapi sidang dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu.
"Makanya, ini kan takdir hidup orang kan semua di tangan Tuhan. Saya besok akan jalanin dengan sabar," ujar dia di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Rabu (19/4/2017).
Baca Juga

Ahok mengaku ikhlas dengan apa pun tuntutan jaksa di sidang ke-20 esok hari. "Ikhlas apa pun yang dituntut oleh jaksa penuntut umum. Yang pasti, habis selesai baca tuntutan, saya kembali ke kantor Balai Kota, untuk kerja," kata Ahok.
Ia memastikan, sebelum ke sidang besok, Ahok akan menemui warga terlebih dahulu untuk mendengarkan aduan warga yang dilakukan setiap pagi.
"Pasti saya ke Balai Kota dulu, kasihan orang-orang yang nunggu. Besok ke Balai Kota dulu nyelesaikan ketemu masyarakat, kerjaan, baru berangkat (sidang) seperti biasalah," ucap Ahok.
Sebelumnya, sidang tuntutan terhadap Ahok yang dijadwalkan berlangsung Selasa 11 April 2017 ditunda. Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara yang diketuai Dwiarso memutuskan untuk menunda hingga 20 April karena jaksa penuntut umum (JPU) belum siap dengan berkas tuntutan.
"Sidang tuntutan akan digelar 20 April," ujar Dwiarso di persidangan, Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa, 11 April 2017.
Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmad menilai, wajar jaksa penuntut umum (JPU) di sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum merampungkan berkas tuntutannya. Menurut dia, waktu yang diberikan hakim selama sepekan dianggap terlalu singkat untuk menyusun dakwaan.

"Namanya membuat surat tuntutan itu harus komprehensif, semua segi dipertimbangkan. Waktu yang hanya seminggu bukanlah waktu yang cukup," ujar Noor Rachmad di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 11 April 2017.

Monday, April 17, 2017

0

Makam Mbah Priok, Destinasi Wisata Religi di Jakarta



Makam Keramat Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad atau dikenal Makam Mbah Priok di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara menjadi salah satu wisata religi di Jakarta. Tak hanya pengunjung dari Jakarta, banyak pula warga dari luar Jakarta yang sengaja berziarah ke makam yang dikeramatkan tersebut.
Makam Mbah Priok tersebut kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Penetapannya dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Surat Keputusan (SK) Gubernur mengenai penetapan Makam Mbah Priok sebagai cagar budaya juga telah diserahkan pada Sabtu 4 Maret 2017.
Baca Juga

"Semoga tempat ini menjadi berkah, rezeki bagi Habib Sting, saya berharap tetap sehat dan menjadi penolong bagi orang lain," tutur Ahok sebelum menandatangani peresmian.
Ahok menegaskan, warga sekitar agar tidak perlu khawatir lagi. Sebab, Makam Mbah Priok tidak akan digusur atau disengketakan lagi setelah penetapan tersebut.
Pengunjung yang berziarah ke makam pun senang dengan penetapan sebagai cagar budaya. Apalagi, kawasan makam akan dikembangkan.

"Semoga bertambah banyak nanti orang yang berkunjung ke sini untuk melihat. Karena beliau itu semuanya kan pendahulu kita yang membawakan agama Islam," kata pengunjung bernama Asnawati.


Sementara Fanny (18), warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang mengaku baru pertama kali berziarah ke Makam Mbah Priok terkesan karena ternyata di Jakarta ada makam tokoh ulama besar yang bisa dikunjungi untuk wisata religi.
Karena itu, dia menilai sangat penting bagi pemerintah membangun dan menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai Makam Mbah Priok ini.
"Kalau di kalangan anak muda menurut saya memang kurang banyak yang tahu. Makanya, saya sangat mendukung kalau Pak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta menjadikan Makam Mbah Priok ini sebagai cagar budaya, salah satu pusat wisata religi," kata Fanny di area Makam Mbah Priok, Jakarta Utara.
Fanny datang bersama puluhan temannya dari Kebayoran Baru. Mereka tertarik ziarah ke Makam Mbah Priok setelah Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mempromosikannya sebagai cagar budaya.
"Kan banyak di berita kalau Pak Ahok mau bangun Makam Mbah Priok biar bagus," ujar dia.
Di dalam kompleks tersebut terdapat 13 makam, yaitu makam Mbah Priok, keluarga serta kerabatnya. Biasanya, pengunjung berdoa di dekat Makam Mbah Priok untuk mendoakan kebaikan.

Di sini, ada aliran air yang menyegarkan. Pengunjung boleh minum ini sekadar membersihkan tubuh dan berwudu.




Masjid Apung
Usai penetapan sebagai wisata religi, kompleks makam terus berbenah. Rencananya dalam kompleks Makam Mbah Priok akan dibuatkan masjid dan fasilitas umum lainnya.
Habib Abdullah bin Abdurahman Al Aidrus atau Habib Sting selaku pewaris sekaligus penjaga makam keramat mengatakan, masjid itu akan dibangun di sisi barat makam. Masjid itu nanti akan diberi nama Masjid Keramat Mbah Priok.
"Ini nanti masjid besar juga. Sudah ditetapkan lokasinya. Arsitek juga sudah kemari kemarin untuk menunjukkan gambarnya," kata Habib Sting saat berbincang dengan dengan kami di lokasi, Jakarta Utara, Jumat 17 Maret 2017.
Habib Sting melanjutkan, konsep masjid yang akan dibangun di kompleks makam keramat yaitu masjid apung. Nantinya, pintu untuk masuk ke masjid dibuat dari dua arah. Pintu pertama dari sisi barat makam dan satunya lagi dari pintu depan komplek makam.
"Ini nanti dibangun masjid apung konsepnya. Saya maunya begitu. Tidak tingkat, jadi hanya satu lantai," ucap Habib Sting.
Habib Sting menuturkan, dalam rencananya masjid di Makam Mbah Priok memiliki lebar 24 meter. Namun untuk panjang diserahkan ke pihak Pemprov DKI Jakarta.

"Lebarnya 24 meter kalau tidak salah kalau soal panjangnya terserahlah," tutur Habib Sting


Sambutan Baik Pewaris Mbah Priok
Habib Abdullah bin Abdurahman Alaydrus atau Habib Sting menyambut baik ketika makam keramat Mbah Priok dilindungi dan diperlakukan sebagai cagar budaya.
Habib Sting, selaku ahli waris Mbah Priok, mengungkapkan, jarang ada orang seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang peduli dan datang langsung untuk melihat serta meyakini makam keramat.
"Jarang yang begitu. Mau lihat ke sini, terus dia tepuk langsung itu pejabat-pejabat untuk bisa ikut berpartisipasi menjaga makam," kata Habib Sting saat berbincang dengan kami
Habib Sting menegaskan, dirinya tidak pernah mau melihat Ahok berasal dari suku, agama ataupun dari keturunan. Yang jelas, saat seseorang peduli dan cinta kepada Islam serta memperhatikan makam wali, dirinya akan menyambut dengan tangan terbuka.
"Dia peduli kok, kalau nggak ada SK Gubernur yang menjadikan ini cagar budaya bisa selesai ini makam. Dia pihak pemerintah dan jelas dia mau mendukung dan ikut menjaga," tegas dia.
Habib Sting juga menyatakan, dirinya tidak mau berpolitik dan ikut larut dalam pilkada. Ia kembali menyebutkan, pihaknya tidak pernah mengundang atau memaksa Ahok untuk hadir ke makam Mbah Priok. Yang jelas, Habib Sting ingin menjaga silaturahmi dengan siapapun baik itu Ahok atau jamaah yang hadir ke makam.
"Ya sampaikan pernah hubungan kita jangan sampai di sini aja, Pak Ahok. Kita bisa jadi keluarga, saudara. Dan bisa ke sini, Pak, saat Haul Qubro," kata Habib Sting.

Sunday, April 16, 2017

0

Cerita Ketika Ahok Sebut Anies Hanya Retorika Soal DP 0 Persen

Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengatakan sebutan retorika bukan ditujukan pada sosok lawannya, Anies Baswedan. Tetapi ditujukan untuk jawaban Anies mengenai program DP (down payment ) uang muka nol persen atas kepemilikan rumah warga DKI.







"Jawabnya itu lho.... Kan kita butuh jawaban, kalau rakyat kan butuh program. Nyatanya apa? Kayak yang rumah, selalu bilang buat keberpihakan. Sekarang pertanyaan kami, rumah yang mana? Kalian bisa beli rumah enggak Rp 350 juta? Itu masalahnya," kata Ahok usai melakoni debat di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 12 April 2017.

Menurut Ahok, Jakarta tidak memungkinkan untuk membangun hunian vertikal. Sebab, harga tanah begitu mahal. Selain itu, kata Ahok, kota besar lainnya juga lebih banyak membangun hunian horizontal. Untuk meringankan warga yang tinggal di rumah susun, Ahok mengaku punya rencana untuk membebaskan mereka dari biaya pajak bumi dan bangunan.

"Nanti rumah-rumah yang ke atas bisa enggak bayar PBB. Rumah yang di perumahan kena PBB," kata dia.

Ihwal penyebutan retorika untuk jawaban Anies bermula saat Ahok menanyakan soal ide uang muka  nol persen. Ahok mengaku bingung rumah seperti apa yang akan dibangun Anies di lahan DKI melalui program itu.

"Rumah yang bapak (Anies Baswedan) sediakan rumah apa? Rumah tapak? Rumah susun? Lalu yang berpenghasilan berapa? Apakah Rp 7 juta atau Rp 3 juta? Pak Sandi bilang yang penghasilan Rp 4 juta enggak mungkin punya rumah di Jakarta. Ini agak membingungkan," kata Ahok kepada Anies dalam sesi tanya jawab.

Anies menjelaskan bahwa program uang muka nol persen untuk pembelian rumah berkaitan dengan pembiayaan, bukan membangun rumah. Program itu, Anies berujar, merupakan solusi bagi warga DKI yang belum memiliki rumah. Adapun bangunannya, kata dia, bisa disediakan pemerintah dan swasta.

Ahok kemudian menanggapi bahwa rumah yang terletak di gang sempit tidak sehat dan kurang layak. Karena itu, Ahok menawarkan rumah susun pada warga DKI.

Anies pun membalas dan mengatakan bahwa 41 persen warga DKI tidak memiliki rumah sendiri. Sehingga, Anies-Sandi menawarkan solusi melalui program uag muka 0 persen tersebut.  "Kami siapkan solusi, bisa dikerjakan, bahkan private sector berminat. Ini sangat-sangat bisa, rumahnya tersedia. Yang terpenting keberpihakan, teknis ini akan berkembang, teknik pembiayaannya," kata Anies.

Waktu menjawab sudah habis dan pemandu debat Ira Koesno mengingatkan ketika Anies masih menjelaskan. Lalu giliran Ahok berkomentar. "Saya jujur tidak menemukan jawaban. Ini terlalu retorika," ucap Ahok.

Saturday, April 15, 2017

0

Sekelompok Orang Kibar-kibarkan Baju Kotak-kotak Dekat Lokasi Kampanye Anies

Sekelompok Orang Kibar-kibarkan Baju Kotak-kotak Dekat Lokasi Kampanye Anies


Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berkampanye di seberang RPTRA Kalijodo, di Jakarta Utara, Sabtu (15/4/2017). Ada kejadian yang menarik perhatian saat kampanye Anies tersebut.
Sejumlah orang tampak mengibar-ngibarkan baju kotak-kotak dari seberang ke arah massa yang menyaksikan kampanye Anies. Sebagian lainnya memakai baju kotak-kotak tersebut.
Lokasi sekelompok orang berbaju kotak-kotak dan lokasi kampanye Anies dipisahkan aliran kali. Kedua belah pihak dapat saling melihat jelas.
Penampakan sekelompok orang berbaju kotak-kotak khas pendukung calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidyat, itu dilihat oleh massa yang sedang menyaksikan kampanye Anies.
(Baca juga: Kampanye di Tebet, Anies Lakukan Simulasi Pencoblosan)
Saling ejek pun sempat terjadi. Namun, apa yang diserukan sekelompok orang berbaju kotak-kotak itu tidak terdengar jelas. Mereka hanya terlihat mengibar-ngibarkan baju kotak-kotak.
Pendukung Anies-Sandiaga juga tak mau kalah. "Wo kotak-kota ikut-ikut saja," seru pendukung Anies-Sandiaga, di lokasi, Sabtu (15/4/2017).
Sejumlah polisi terlihat mendekati sekelompok orang berbaju kotak-kotak yang ada di RPTRA di seberang tempat kampanye Anies itu. Tak lama kemudian, sekelompok orang itu menghilang.
Kejadian itu tidak sampai berbuah kericuhan. Anies yang ada di atas panggung juga tampak tidak menyadari hal ini.
Adapun agenda kunjungan Anies ke Kalijodo sendiri tidak tertera di jadwal kampanye cagub DKI nomor pemilihan tiga itu.
Sesuai agenda kampanye yang diberikan tim medianya, Anies yang sempat kampanye di GOR Jakarta Utara itu seharusnya menemui pedagang Tionghoa di Mall Mangga Dua Raya, Jakarta Pusat.
Namun, Anies menuju seberang RPTRA Kalijodo yang tidak tercantum dalam agenda kampanyenya.
(Baca juga: Anies: Jakarta Timur Daerah "Pertempuran" Lawan Petahana)
Kejadian ini juga terjadi saat Anies selesai berkampanye di Duren Sawit, Jakarta Timur, pagi tadi.
Anies sempat mampir di BKT yang terdapat acara pelayanan kesehatan dari sejumlah orang berbaju Partai Keadilan Sejahtera. Agenda itu juga tidak terdapat pada agenda kampanye Anies yang diberikan kepada media.