Protes Pembakaran Bunga, Relawan Ahok Gelar Aksi Seribu Lilin
Ratusan relawan pendukung Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful
Hidayat melakukan aksi seribu lilin di depan gedung Balai Kota DKI. Aksi
ini merupakan bentuk protes mereka atas insiden pembakaran karangan
bunga untuk Ahok-Djarot oleh massa buruh pada Senin (1/5) siang tadi.
Salah satu relawan, Suli (32) menyesalkan sikap para buruh yang membakar karangan bunga tersebut. Dia menyatakan, para buruh mestinya dapat melakukan aksi damai tanpa melakukan pembakaran.
"Ya ini spontanitas saja. Kami tidak suka dengan cara mereka bakar-bakar karangan bunga," ujar Suli di depan gedung Balai Kota.
Suli mengatakan, aksi ini akan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Mereka berjalan memutar melintasi Bundaran Patung Kuda dan meletakkan lilin di pinggir jalan sebelum kembali di titik kumpul depan gedung Balai Kota.
Beberapa kali sejumlah pengendara mobil melambatkan laju kendaraannya ketika melintasi kerumunan para pendukung. Mereka ikut membuka kaca jendela mobil sambil mengacungkan dua jari sebagai bentuk dukungan pada Ahok-Djarot.
"Relawan kami berasal dari berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta tapi ada juga dari Yogyakarta, Manado, dan daerah lain," katanya.
Hal senada diungkapkan relawan dari Komunitas Asik Ahok-Djarot, Diana (34). Ia mengaku tertarik mengikuti aksi ini sebagai bentuk solidaritas pendukung Ahok-Djarot. Warga Tomang, Jakarta, ini mengaku gerah dengan aksi para buruh yang membakar karangan bunga.
"Ini sebenarnya gerah aja sama tingkah mereka. Apa salahnya si bunga. Mereka memang cari masalah aja tuh," tuturnya.
Salah satu relawan, Suli (32) menyesalkan sikap para buruh yang membakar karangan bunga tersebut. Dia menyatakan, para buruh mestinya dapat melakukan aksi damai tanpa melakukan pembakaran.
"Ya ini spontanitas saja. Kami tidak suka dengan cara mereka bakar-bakar karangan bunga," ujar Suli di depan gedung Balai Kota.
Suli mengatakan, aksi ini akan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Mereka berjalan memutar melintasi Bundaran Patung Kuda dan meletakkan lilin di pinggir jalan sebelum kembali di titik kumpul depan gedung Balai Kota.
Beberapa kali sejumlah pengendara mobil melambatkan laju kendaraannya ketika melintasi kerumunan para pendukung. Mereka ikut membuka kaca jendela mobil sambil mengacungkan dua jari sebagai bentuk dukungan pada Ahok-Djarot.
"Relawan kami berasal dari berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta tapi ada juga dari Yogyakarta, Manado, dan daerah lain," katanya.
Hal senada diungkapkan relawan dari Komunitas Asik Ahok-Djarot, Diana (34). Ia mengaku tertarik mengikuti aksi ini sebagai bentuk solidaritas pendukung Ahok-Djarot. Warga Tomang, Jakarta, ini mengaku gerah dengan aksi para buruh yang membakar karangan bunga.
"Ini sebenarnya gerah aja sama tingkah mereka. Apa salahnya si bunga. Mereka memang cari masalah aja tuh," tuturnya.
Sebelumnya di sela-sela aksi perayaan Hari Buruh Internasional 1 Mei
2017, peserta demo membakar karangan bunga untuk Ahok-Djarot. Aksi
pembakaran ini dilakukan pedemo buruh di depan Balai Kota, Jalan Medan
Merdeka Selatan dan di dekat gedung Kementerian Pariwisata, Jalan Medan
Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Bahan styrofoam yang melekat pada karangan bunga membuat api berkobar dengan cepat. Api pun membumbung tinggi dengan cepat, untung saja petugas keamanan dan Satpol PP cepat bergerak memadamkan api.
Bahan styrofoam yang melekat pada karangan bunga membuat api berkobar dengan cepat. Api pun membumbung tinggi dengan cepat, untung saja petugas keamanan dan Satpol PP cepat bergerak memadamkan api.
Video pembakaran karangan bunga beredar di media sosial, tampak tak jauh dari lokasi pembakaran terdapat mobil komando bertuliskan Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI) DKI Jakarta.
“Kita awali May Day ini dengan bersih-bersih Balai Kota,” teriak orator dari mobil komando.
Sementara itu tampak berlarian buruh yang menumpuk dan membakar karangan bunga hingga api membumbung tinggi.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Jupan Royter menyatakan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Idrus mendatanginya dan menyampaikan permohonan maaf atas pembakaran karangan bunga.
“Dia datang meminta maaf mengatakan pembakaran bunga sebagai aksi spontan dan tidak disengaja," kata Jupan dihubungi CNNINdonesia.com.
FSP LEM SPSI DKI Jakarta, merupakan salah satu organisasi buruh yang menandatangani kontrak politik dengan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Jupan Royter menyatakan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Idrus mendatanginya dan menyampaikan permohonan maaf atas pembakaran karangan bunga.
“Dia datang meminta maaf mengatakan pembakaran bunga sebagai aksi spontan dan tidak disengaja," kata Jupan dihubungi CNNINdonesia.com.
FSP LEM SPSI DKI Jakarta, merupakan salah satu organisasi buruh yang menandatangani kontrak politik dengan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.



0 comments:
Post a Comment